Sabtu, 27 September 2014

Pengetahuan dan Intelegensi Manusia Pengertian dalam Manusia

Hai visitors......
Pada pertemuan ke delapan ini (sesi 3), saya dan kelompok saya ditugaskan untuk merangkum materi tentang Pengetahuan dan Intelegensi Manusia Pengertian dalam Manusia dalam bentuk power point yang kemudian akan dipresentasikan dikelas. kelompok Thick Book mendapat giliran pertama untuk presentasi. Karena banyak kelompok lain yang ingin presentasi, jadi masing-masing kelompok hanya memiliki waktu yang singkat sehingga semua materi di powerpoint tidak dapat ditampilkan dan dijelaskan. Nah sekarang saya akan memposting materi dari powerpoint kelompok saya (Thick book).






Apa itu PENGETAHUAN? 


  • Sesuatu yang mempengaruhi subjek (yang mengetahui) dalam dirinya, memperkaya eksistensi subjek, dan kesempurnaan yang mengembangkan eksistensi. 

  • Relasional : membuat "saya" masuk ke dalam hubungan dengan sesuatu yang lain. 

  • Trans-subjektif : kegiatan yang menjadikan orang keluar dari keterbatasan-keterbatasannya dan mentransendensikan kelakuan subjeknya.

  • Perseptif : muncul secara spontan (secara langsung).

  • Reflektif : membuat objektif kodrat dari manusia realitas apapun juga, dan mengungkapkannya baik dalam bentuk ide, konsep, definisi, dan putusan, maupun bentuk lambing, mitos, atau karya seni.

  • Diskursif : ketika memperhatikan subjek dari benda, kemudian aspek yang lain, atau keseluruhan.

  • Induitif : ketika menangkap atau memahami secara langsung benda atau situasi dalam suatu aspeknya, secara keseluruhan dalam suatu bagian, sebab dalam akibat, konsekuensi dan prinsip, dan sebagainya.

  • Induktif : ketika menarik kesimpulan dari yang individual.

  • Deduktif : ketika menarik kesimpulan dari yang umum atau universal.

  • Spekulatif : ketika mempertimbangkan  hal-hal dalam ide-ide atau konsep-konsep tentang hal-hal itu.

  • Praktis : kalau mempertimbangkan hal-hal menurut bagaimana mereka bisa digunakan

  • Sinergis : menggunakan seluruh keadaan dari subjek (yang mengetahui), keseluruhan yang dikoordinasikan dari anggota-anggotanya, organ-organnya, dll. karena tidak baik jika mereduksikan atau menekankan pada salah satu caranya. 
 

Pengetahuan dari Segi Subjek 
Karakterisktik :
a. Keterbukaan : sadar akan eksistensi dan kodrat realitas.
b. Kemampuan menyambut : objek  mempengaruhi eksistensi subjek.
c. Interioritas : ada tempat dalam si pengenal dalam dirinya.
Akar karakteristik:
a. Dimensi supramaterial ( immaterialitas) si pengenal.
b. Di satu pihak objek adalah yang membatasi, di lain pihak subjek yang mengetahui 
    batas-batas jasmaniah.
Pengetahuan dari Segi Objek
Untuk menjadi objek yang dikenal :
a. membuat kesan atau mempengaruhi subjek
b. Memiliki struktur
c. Memiliki bentuk yang khas 
d. Bentuk (morphe : Yunani, species : Latin)
e. Menunjukkan orientasi, kegiatan, tujuan, dan arti benda
f. Bentuk dalam arti eidos (konsep, gagasan): mengapa dan untuk apa
Perolehan Pengetahuan 
a. Inderawi : didapatkan secara langsung melalui alat indera (mata, hidung, telinga, mulut).
b. Intelektif : didapat melalui khayalan dan ingatan.
 
Bukan Intelegensi
Pengetahuan inderawi (dihasilkan oleh indera) jika melihat objek tanpa mengenal kodratnya
atau tanpa mencoba untuk mengerti atau memahami. Berbeda dengan sifat dari intelegensi
yang menangkap kodrat objek, disimpan, dan dipertimbangkan meskipun objek masih ada 
atau tidak ada.

Sifat dan Objek Intelegensi Manusia
Inteligensi dinilai dari obyektifitas sesorang. Menurut Descartes, “Roh memungkinkan 
mencapai hakikat sendiri dari realitas dan pancarindera memberitahu apa yang berguna 
dan merugikan”. Menurut psikologi kontemporer, “membandingkan inteligensi orang 
dewasa (objek) dan inteligensi anak (subjek/egosentris)”.

Intelegensi Dewasa
Orang dewasa mendalami realitas mengenai alam semesta, bagaimana kejadiaanya, 
pengaruh, keterkaitan berbagai faktor yang melahirkan peradaban.
Ciri khas : objektif, menddalam , terstruktur, dan tak terbatas 
Berbeda dengan inteligensi anak yang bersifat egosentris dan subjektif (penafsiran 
tentang dirinya), menangkap realitas melalui hasrat – hasrat pribadi dan ketakutan yang
berlebihan.
   
Prinsip Penegasan Penilaian Kesimpulan dan Penalaran  
1.Prinsip identitas 
2.Prinsip alasan yang mencukupi 
3.Prinsip Kausaltitas efisien 
Semua itu bersifat eviden dan merupakan dinamime yang ada dalam kegiatan  
intelektual kita. 
Kondisi Dimana Intelegensi bisa Diterjemahkan dalam Kegiatan

a)Inteligensi : kemampuan manusia dalam beroperasi serta partisipasi pada 
                  kemampuan lainnya

b)Yang dimengerti selalu dipahami

c)Tidak memahami sesuatu secara seketika (progresif)

d)Merupakan aktifitas dinamisme intelektual

e)Perlu bantuan dan kolaborasi & info mengenai objek


Intelligence



Secara etimologis intelligence berasal dari kata intellectus dan kata kerja intellegere.

Intellegere dari kata intus (pikiran atau akal) dan legere ( membaca atau menangkap). 

Inteligen adalah menangkap apa yang fundamental dan esensi dari suatu gejala serta 

melihat apa yang paling hakiki dalam suatu kegiatan. Inteligensi dalam tingkat yang lebih 

tinggi dipahami sebagai proses pemecahan masalah dengan penggunaaan pemikiran 

abstrak. Berisi unsur-unsur seperti simbolisasi dan komunikasi pemikiran abstrak, analisis 
 
kritis, dan rekonstruksi untuk praktik dan teoretis. 



1. Apakah orang yang memiliki IQ dibawah rata – rata pasti memiliki interioritas yang 
sempit? (Niko 705140164) 
2.Bagaimana pendapat anda tentang anak – anak yang sudah berpikir seperti orang 

dewasa ? (Niko 705140164) 

3.Apa itu prinsip kausalitas efisien ? (Niko 705140164) 
4.Bagaimana cara masyarakat tau mengenai inteligensi ? (Florenchia 705140012) 
5.Berikan contoh inteligensi dewasa yang objektif  ! (kelompok 9 AB) 
6. Apa itu pengetahuan intelektif ? (Amira 705140034)



1. Menurut kami, IQ tidak dipengaruhi oleh ukuran interioritas yang dimiliki masing – masing

individu. Karena menurut penelitian IQ itu lebih tergantung pada genetic, lingkungan, terapi 

dan gizi. IQ pun bisa berubah seiring berjalannya waktu,IQ pun dapat diasah. Jadi menurut 

kami, IQ dibawah rata – rata tidak berhubungan dengan interioritasnyam namun lebih 

karena faktor – faktor yang disebutkan tadi
 
2. Anak – anak dengan pikiran yang lebih dewasa daripada pikiran anak – anak lain 
seumurnya, lebih karena disebabkan oleh cara pengasuhan orang tua ataupun faktor luar 
dimana logika si anak sudah lebih terasah memiliki kemampuan kognitif lebih dibandingkan 
umumnya.
3. Kausalitas : kenyataan bahwa setiap peristiwa disebabkan oleh asal, penyebab/ prinsip 
Efisien : tepat atau sesuai untuk mengerjakan / menghasilkan sesuatu dengan tidak 
membuang-buang waktu, tenaga ataupun biaya. Jadi , lengkapnya, apapun yang mulai 
ada, menuntut adanya suatu sebab yang efisien. 
4. Diperlukan adanya sosialisasi antar elemen untuk memperkenalkanapa arti intelegensi, 
penggunaan atau aplikasi dan pemanfaatannya yang benar dan tepat. Sosialisasi ini
penting mengingat bahwa ada segelintir oran yang memanfaatkan inteligensi sesorang 
untuk hal – hal negative dan membahayakan. Contohnya : terorisme. Oleh karena itu 
sosialisasi dalam berbagai bentuk terutama lembaga pendidikan sangat diperlukan di era 
globalisasi ini.  
5. Contoh :Waktu penilaian mengenai kasus korupsi. Mungkin seorang anak yang berumur 
5 tahun akan menganggap bahwa orang yang ditangkap itu pencuri, tapi anak ini belum 
tahu apakah benar orang yang ditangkap ini salah / benar. Sedangkan untuk orang 
dewasa, ada pro & kontra. Yang menilai secara positif pasti ada praduga tak bersalah dan 
masih menunggu proses hukum yang berlangsung, karena orang dewasa lebih mengerti 
bahwa orang yang ditangkap tidak langsung bersalah tapi masih ada proses panjang 
seperti sidang - sidang dan tuntutannya. Pada anak kecil, dia hanya akan tahu bahwa 
orang yang ditangkap berarti bersalah dan ini yang dimaksud pandangan subjektif, 
sedangkan orang dewasa tadi adalah contoh pandangan objektifnya. 
6. Pengetahuan intelektif : pengetahuan yang dicapai oleh manusia & didapat dari mahluk 
hidup di dunia ini lewat khayalan dan ingatan.  
 
 
 
 
 
 
 

Jumat, 26 September 2014

Pertemuan Ketiga



Pada pertemuan ketiga, materi yang dibahas adalah epistimologis dan kebenaran. epistimologis merupakan bagian dari pencabagan filsafat. Materinya tidak begitu banyak, tapi kami ditugaskan untuk melakukan debat dengan tema yang telah ditentukan.

Epistimologis 

Etimologis berasal dari bahasa Yunani, dari kata episteme (pengetahuan), dan logos (kata, pikiran, percakapan, ilmu). Epistimologis adalah cabang dari filsafat, mengenai filsafat ilmu pengetahuan. Pokok persoalannya adalah sumber, asal mula, sifat dasar, batas, jangkauan, validitas. Epistemologi adalah teori tentang pengetahuan (therory of knowledge) yang mempelajari pengetahuan secara kritis tentang sumber, struktur, dan kebenaran pengetahuan.

 Metode untuk memperoleh pengetahuan adalah sbb :

a. Empirisme 
Empirisme adalah suatu cara atau metode dalam filsafat yang mendasarkan cara memperoleh pengetahuan melalui pengalaman. John Locke, bapak empirsme menyatakan bahwa akal manusia saat baru dilahirkan seperti sebuah buku catatan kosong (tabula rasa), dan didalam buku catatan itu akan dituliskan pengalaman-pengalaman inderawi yang dialami oleh manusia tersebut.


John Locke


b. Rasionalisme
Rasionalisme berpendirian bahwa sumber pengetahuan terletak pada akal. Rasionalisme tidak mengingkari nilai pengalaman. Pengalaman dipandang sebagai perangsang bagi pikiran.

c. Fenomenalisme
Fenomenalisme uraian tentang pengalaman. Merangsang alat inderawi dan diterima oleh akal dalam bentuk pengalaman dan disusun secara sistematis dengan jalan penalaran. Bapak fenomenalisme adalah Immanuel Kant.


Immanuel Kant

Sifat epistemologis :
  1. Kritis
       Mempertanyakan atau menguji cara kerja, pendekatan, kesimpulan yang ditarik dalam kegiatan kognitif manusia.
  2. Normatif
      Menentukan tolak ukur atau norma penalaran tentang kebenaran pengetahuan.
  3. Evaluatif
      Menilai apakah suatu keyakinan, pendapat suatu teori pengetahuan dapat dipertanggungjawabkan dan dijamin kebenarannya secara logis dan akurat.

Dasar sumber pengetahuan :
  • pengalaman manusia
  • ingatan (memory)
  • penegasan tentang apa yang diobservasi (kesaksian)
  • minat dan rasa ingin tahu
  • pikiran dan penalaran
  • logika (berpikir tepat dan logis)
  • bahasa (ekspresi pemikiran manusia melalui ujaran atau tulisan)
  • kebutuhan hidup manusia (mendorong terciptanya IPTEK)

Struktur ilmu pengetahuan terdiri dari dua kutub yaitu :
  a. kesadaran / subjek ( S ) à berperan sebagai yg menyadari / mengetahui
  b. objek (O) à berperan sebagai yg disadari / diketahui
Hubungan antara S dan O menghasilkan pengetahuan.

Kebenaran

 Kebenaran berguna untuk menilai sifat atau suatu kualitas dari suatu proposisi (pernyatann atau makna (isi) pernyataan yang digunakan benar atau salah. Lawa dari kebenaran adalah salah. 
Teori kebenaran dalam ilmu pengetahuan :
    a. Teori kebenaran korespondensi
         Kebenaran akan terjadi apabila subjek yakin bahwa objek sesuai dengan kenyataannya. Sifat kebenaran korespondensi adalah subyektif.
         contoh : Saya melihat rumah bercat kuning dan kenyataannya rumah itu memang bercat                    kuning.  

    b. Teori kebenaran koherensi
         Kebenaran akan terjadi apabila ada kesesuaian pendapat dari beberapa subjek terhadap objek. Sifat kebenaran koherensi adalah objektif.
         contoh : Beberapa dokter merasa yakin dan benar bahwa penyakit pasien itu disebabkan                karena keracunan makanan.

    c. Teori kebenaran pragmatik
        Kebenaran akan terjadi apabila sesuatu memiliki kegunaannya.
        contoh : Mesin cuci berguna untuk menyuci dan mengeringkan baju.

    d. Teori kebenaran konsensus
         Kebenaran konsensus akan terjadi apabila ada kesepakatan yang disertai  alasan tertentu.
         contohBeberapa dokter yang menangani Bapak Presiden sepakat bahwa  ia (pasien)                   harus dioperasi secepatnya karena penyakit usus buntunya sudah parah.  

    e. Teori kebenaran semantik
         Kebenaran semantik akan terjadi apabila orang mengetahui dengan tepat arti suatu kata.
         contoh : Saya dapat memahami dengan benar dan tepat tulisan di Jurnal Wacana                             mengenai hubungan masyarakat dengan lingkungan sosial budaya.

Kebenaran Menurut Tokoh :
 a. Plato 
         selama kita terikat pada "yang ada" dan tidak masuk pada "adanya dari yang ada", kita belum berjumpa dengan kebenaran, karena "adanya" itu masih tersembunyi.

 b. Aristoteles
         Memusatkan perhatian lebih kepada kualitas pernyataan yang dibuat oleh subyek penahu ketika dirinya menegaskan suatu putusan entah secara afirmatif atau negatif.

 c. Kaum Positivisme Logis
     - Kebenaran Faktual : kebenaran yang menambah khazanah pengetahuan kita tentang alam semesta sejauh dapat kita alami secara inderawi. Kebenaran faktual                           kepastiannya   tidak pernah mutlak.

     - Kebenaran Nalar : kebenaran yang bersifat tautologis (pengulangan gagasan) dan           tidak menambah pengetahuan baru mengenai dunia, tetapi dapat menjadi sarana yang     berguna untuk memperoleh pengetahuan yang benar tentang dunia ini. kebenaran nalar     dapat membantu untuk memperoleh kebenaran faktual dan bersifat mutlak (penyimpulan   deduktif).

Kekeliruan berarti menerima sebagai apa yang benar dinyatakan salah atau sebaliknya.

Faktor penyebab kekeliruan :
   a. kegagalan dalam mengidentifikasi bukti yang tepat
   b. kompleksitas atau kekaburan perkara yang jadi persoalan
   c. sikap terburu-buru
   d. kurang perhatian
   e. sikap takut salah yang berlebihan atau sebaliknya
    f. kerancuan atau kebingungan
   g. prasangka dan bias-bias
   h. keliru dalam penalaran

Debat          Pada pertemuan ini, kami diajak berdebat dengan topik "Pilkada langsung atau tidak langsung" yang masih menjadi kontroversi sampai saat ini. Saya berpendapat bahwa lebih baik jika pilkada diadakan secara langsung, karena itu semua merupakan hak rakyat. memang benar kemungkinan terjadinya money politic sangatlah besar, tapi itu akan lebih baik jika dibandingkan dengan apa yang akan terjadi kedepannya jika seorang pemimpin dipilih oleh anggota parlemen. Anggota parlemen (mayoritas) tentu saja akan mendukung kader parpolnya, dan saat kadernya terpilih mereka akan lebih berkuasa dan sewenang-wenang terhadap rakyat dan pemerintahan.Saya jamin KKN akan semakin marak terjadi. Mereka sudah tidak memikirkan nasib bangsa ini untuk kedepannya. Mereka hanya memikirkan kekuasaan dan harta. Ketika rakyat sudah memiliki pemimpin yang tegas, jujur, pro rakyat (terutama rakyat kecil), dan benar-benar bekerja untuk rakyat seperti Pak Ridwan Kamil dan Ahok. Mereka menolak penggantian pemilu langsung dengan pemilihan tidak langsung oleh DPR. Mereka berani menolak keputusan dan keinginan partai yang memberatkan rakyat. Mereka memang berkhianat, tapi berkhianat dengan kader partainya bukan berkhianat pada rakyat. Mereka justru memperjuangkan nasib dan hak rakyat. Tentu itu adalah tindakan dan bukti yang menunjukkan bahwa pemimpin yang dipilih oleh rakyat berkualitas. Rakyat lebih tau mana yang baik dan mana yang pura-pura baik. Rakyat tidak bodoh. Saya masih berharap bahwa bangsa ini akan mengalami perubahan yang lebih baik saat masa kepemimpinan Bapak Jokowi sebagai Presiden RI periode 2014-2019. Bukan hanya saya yang berharap pada beliau, tapi nasib jutaan rakyat Indonesia, terutama rakyat kecil yang masih mengharapkan terjadinya perubahan pada bangsa ini. 








http://id.m.wikipedia.org/wiki/Epistemologi

Selasa, 23 September 2014

Pertemuan Kedua

PENCABANGAN FILSAFAT

Pada pertemuan kedua, materi yang dibahas adalah metafisika dan aksiologi. Epistemologi, metafisika dan aksiologi merupakan pencabangan filsafat. Dibawah ini merupakan pembagian pencabangan filsafat :

1. Epistemologi ~》 Filsafat ilmu pengetahuan

2. Metafisika ~》Ontologi, Kosmologi, Teologi metafisik, Antropologi

3. Logika ~》Ilmu berpikir kritis

4. Etika ~》Filsafat tingkah laku

5. Estetika ~》 Filsafat keindahan

6. Aksiologi ~》 Filsafat Nilai

7. Filsafat Khusus berbagai Disiplin Ilmu ~》Filafat Pendidikan, Filsafat Agama, Filsafat Hukum, Filsafat           Ekonomi, dll.

Tokoh-tokoh yang Berperan dalam Pembagian Pencabangan Filsafat, sbb :

• Aristoteles ~》Filsafat Spektulatif atau Teoretis, praktika, produktif. Analitika dan Dialektika masuk dalam metode dasar bagi pengembangan filsafat.


Aristoteles

• Christian Wolff (1679-1754) ~》Logika, 
Ontologi, Kosmologi, Psikologi, Teologi Naturalis, Etika.

Christian Wolff

 Will Durant (The Story of Philosophy, 1926) ~》Logika, Estetika, Etika, Politika, Metafisika.

Will Durant


 Eerste Nederlandse Systematich Ingerichte Encyclopaedie-ENSIE ~》Metafisika, Logika, Epistemologi, Filsafat Ilmu, Fils. Naturalis, Filsafat Kultural, Filsafat Sejarah, Estetika, Etika, Filsafat Manusia.



Metafisika

Metafisika berasal dari bahasa Yunani yakni μετά (meta) yang berarti "setelah" dan φύσικα (phúsika) yang berarti hal-hal di alam. Metafisika adalah cabang filsafat yang mempelajari asal mula atau hakekat objek (fisik) di dunia.

Metafisika dibagi menjadi dua yakni metafisika umum (ontologi) dan metafisika khusus yg meliputi kosmologi, teologi metafisik, filsafat antropologi.

Metafisiki Ontologi (umum)

Metafisika ontologi membahas segala sesuatu yg ada secara menyeluruh dg cara memisahkan eksistensi dari penampilann eksistensi itu.

Tiga teori ontologis sbb :

Idealisme
   Idealisme sesungguhnya berada di dunia ide, yang tampak nyata dalam alam indrawi hanyalah bayangan        dari yang sesungguhnya. Tokoh idealisme adalah Berkeley (1685-1753) yang menyatakan bahwa satu-        satunya realitas sesungguhnya ialah aku subjektif Spiritual. I. Kant (1724-1804) menyatakan bahwa objek    pengalaman ialah yg ada dalam ruang dan waktu, penampilan dari yang tak punya eksistensi dan                    independen di luar pemikiran kita. Hegel (1770-1831) menyatakan bahwa segala sesuatu yang ada adalah    satu bentuk dari satu pikiran.

 Barkeley

Immanuel Kant

Heggel

Materialisme
  Materialisme adalah menolak hal yg tak kelihatan. Ada yang sesungguhnya adalah yang keberadaannya         semata-mata material. Realitas ialah alam kebendaan. Leukippos dan Demokritos (460-370sM)                   menyatakan bahwa realitas bukan hanya satu tapi banyak unsur yang tak dapat dibagi (atom). Hobbes           (1588-1679)  menyatakan bahwa seluruh realitas ialah materi yang tak bergantung kepada pikiran kita.         L.A.Feuerbach (1804-1872) menyatakan bahwa material adalah realitas sesungguhnya, dan manusia             bagian dari alam meteri itu.

Dualisme
  Dualismes tipe fundamental substansi adalah materi (secara fisis) dan mental (tidak kelihatan sacara fisis).       Dibedakan dengan monisme dan pluralisme (teori tentang jumlah substansi).

Metafisika Khusus

Metafisika khusus  terbagi menjadi tiga, yaitu :

Kosmologi
  Berasal dari kata kosmos yang berarti dunia/ketertiban, dan logos yang berarti kata, ilmu. Jadi kosmologi       adalah percakapan tentang alam atau ketertiban paling fundamental dari seluruh realitas. Alam sebagai           totalitas dari fenomena. Kosmologi menyoroti ruang dan waktu, perubahan, kebutuhan, dan keabadian         dengan metode rasional.

Teologi Metafisik
   Teologi metafisik dikenal dengan theodicea yang membahas kepercayaan pada Allah di tengah realitas          kejahatan yang merajalela di dunia. Beberapa tokoh    metafisika teologi adalah Anselmus, Descartes,            Thomas Aquinas, I.Kant membuktikan Allah ada dengan bukti rasional sbb:

    • Argumen Ontologis
      Semua manusia punya ide tentang Allah. Realitas lebih sempurna dari ide. Tuhan pasti ada dan realitas           adanya pasti lebih sempurna dari ide manusia tentang Tuhan.

    • Argumen kosmologis
      Setiap akibat pasti punya sebab. Dunia (kosmos) adalah akibat. Penyebab adanya dunia ialah Tuhan.

    • Argumen Teleologis
      Segala sesuatu ada tujuannya. Seluruh realitas tidak terjadi dengan sendirinya dan pengatur tujuan adalah       Tuhan.

    • Argumen Moral
      Manusia bermoral karena dapat membedakan yang baik dan buruk. Dasar dan sumber moralitas adalah       Allah.

   • Filsafat Stoa
     Panteistis adalah segala sesuatu dijadikan oleh kekuatan ilahi atau kekuatan alam. Spinoza melihat segala        sesuatu yang ada adalah Allah. Skeptisisme sebaliknya meragukan  adanya Allah.

   • David Hume
      Tidak ada bukti yang benar-benar sahih untuk membuktikan bahwa Allah ada. Hume menolak Allah dan       kebenaran agama.

   • Feuerbach
     Religi tercipta oleh hakekat manusia sendiri, yakni egoisme. Allah adalah gambaran keinginan manusia.

    • F. Nietzche
      Konsep Allah dalam agama kristen adalah buruk, karena Allah dianggap sebagai Allah yang lemah. Ia           berkesimpulan Allah itu sudah mati.

   • Sigmund Freund
      Tiga fungsi Allah yang utama, yaitu :
      a. penguasa alam
      b. agama mendamaikan manusia dengan natsibnya yg mengerikan,
      c. Allah menjaga agar ketentuan atau peraturan budaya dilaksanakan.

Aksiologi

Aksiologi berasal dari kata dalam bahsa Yunani, yaitu axios yang berarti nilai dan logos yang berarti ilmu. Aksiologi merupakan cabang filsafat yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya dan kajian tentang kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia, kajian tentang nilai-nilai, khususnya etika serta menaruh perhatian tentang baik dan buruk, benar dan salah, serta tentang cara dan tujuan dari perbuatan manusia.

Aksiologi dibagi menjadi dua, yaitu :

  • Etika ( Filsafat Etika)
          Mengkaji tentang prinsip-prinsip dan konsep-konsep yang mendasari penilaian terhadap perilaku                   manusia. Etika digunakan untuk membedakan hal-hal, perbuatan-perbuatan, atau manusia-manusia               lainnya. Etika dalam filsafat memuat pendapat, norma, dan istilah moral. Etika berguna sebagai aturan             sopan santun dalam pergaulan
  • Estetika (Filsafat Keindahan
          Estetika mengkaji tentang prinsip-prinsip yang mendasari penilaian atas berbagai bentuk seni, yang                 mengkaji apa tujuan seni, apa peranan rasa dalam pertimbangan estetika, bagaimana kita bisa                       mengenal karya seni. Estetika berkenaan dengan nilai tentang pengalaman keindahan yang dimiliki                 manusia terhadap lingkungan dan fenomena di sekelilingnya.


Aksiologi menyelidiki hakekat nilai, pada umumnya ditinjau dari sudut pandangan kefilsafatan. Nilai yang dimaksud dalam aksiologi adalah sesuatu yang dimiliki manusia untuk melakukan berbagai pertimbangan tentang apa yang dinilai. Nilai berbeda dengan fakta.  Fakta adalah sesuatu yang ada secara nyata dan berlangsung begitu saja dan fakta selalui mendahului nilai. Nilai adalah sebagai sesuatu yang berlaku dan mengimbau kita. Nilai berperan dalam suasana aperesiasi, sementara fakta ditemui dalam konteks deskripsi. fakta dapat dilukiskan secara objektif.

Contoh : letusan gunung Merapi. Letusan bisa punya nilai bagi seseorang, tidak bagi yang lain. karena ada                     yang merasa diuntungkan atau dirugikan dari letusan gunung merapi (masyarakat sekitar) dan                         ada juga yang tidak merasa diuntungkan ataupun dirugikan.

Ciri-ciri nilai adalah sbb :
      1. nilai berkaitan dengan subjek
      2. nilai tampil dalam konteks praktis
      3. nilai menyangkut sifat yang ditambah oleh subjek pada sifat yang dimiliki oleh objek.

Macam-macam nilai :

    1. Nilai Ekonomis
        Nilai yang bersumber pada hukum ekonomi.
        contoh : harga pasar
    2. Nilai Estetis
        Nilai-nilai keindahan dalam alam dan karya seni yang bersumber pada nilai perasaan.
        Contoh : saat melihat lukisan indah, mendengar lagu yang disuka.

Sebuah nilai bisa saja menjadi nilai moral karena setiap nilai memperoleh bobot moral bila diikutsertakan dalam tingkah laku moral. Kejujuran sebagai nilai moral menjadi kosong bila tidak diikutsertakan dengan nilai ekonomis dan nilai-nilai lainnya. Nilai moral memiliki kekuatan besar yang memaksa seseorang untuk menerimanya, walupun bertentangan dengan hasrat kecenderugan dan kepentingan pribadi kita.

Nilai dibagi dalam empat kelompok diantaranya sbb :

   1. Nilai yang menyangkut kesenangan dan ketidaksenangan terdapat dalam objek yang berpadan dengan  mahluk punya indera
   2. Nilai-nilai vitalitas-perasaan halus, kasar, luhur, dll.
   3. Nilai rohani seperti nilai estetis (bagus jelek), benar salah (terlepas dari permasalah inderawi)
   4. Nilai religius seperti kudus dan tidak kudus menyangkut objek absolut.

Ciri-ciri nilai moral :
   a. Berkaitan dengan tanggung jawab kita sebagai manusia.
   b. Berkaitan dengan hati nurani
   c. Bersifat wajib
   d. Bersifat formal

      Nilai terkadang bersifat obyektif, namun terkadang bersifat subyektif. Dikatakan obyektif apabila nilai-nilai tidak tergantung pada subyek atau kesadaran yang menilai. Dikatakan subyektif apabila memperhatikan berbagai pandangan yang dimiliki akal budi manusia, seperti perasaan yang akan mengasah kepada suka atau tidak suka, senang atau tidak senang.

Peranan nilai bagi kita adalah sbb :
     1. Merupakan objek sejati bagi tindakan manusia.
     2. Mengarahkan manusia dan memberi daya tarik manusia dalam membentuk dirinya melalui tindakan-      tindakannya.
     3. Menata hubungan sosial dalam masyarakat.
     4. Memperkuat identitas kita sebagai manusia.





Sumber :
Power point perkuliahan oleh  Dr. Raja Oloan Tumanggor dan Mikha Agus Widiyanto, S.Th. M.pd.
http://niningpujiastuti.wordpress.com/2012/12/13/pengertian-nilai/
http://meilisaerni.wordpress.com/2012/10/16/tafsiran-metafisika/
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Epistemologi