Pada pertemuan ke delapan ini (sesi 3), saya dan kelompok saya ditugaskan untuk merangkum materi tentang Pengetahuan dan Intelegensi Manusia Pengertian dalam Manusia dalam bentuk power point yang kemudian akan dipresentasikan dikelas. kelompok Thick Book mendapat giliran pertama untuk presentasi. Karena banyak kelompok lain yang ingin presentasi, jadi masing-masing kelompok hanya memiliki waktu yang singkat sehingga semua materi di powerpoint tidak dapat ditampilkan dan dijelaskan. Nah sekarang saya akan memposting materi dari powerpoint kelompok saya (Thick book).
Apa itu PENGETAHUAN?
- Sesuatu yang mempengaruhi subjek (yang mengetahui) dalam dirinya, memperkaya eksistensi subjek, dan kesempurnaan yang mengembangkan eksistensi.
- Relasional : membuat "saya" masuk ke dalam hubungan dengan sesuatu yang lain.
- Trans-subjektif : kegiatan yang menjadikan orang keluar dari keterbatasan-keterbatasannya dan mentransendensikan kelakuan subjeknya.
- Perseptif : muncul secara spontan (secara langsung).
- Reflektif : membuat objektif kodrat dari manusia realitas apapun juga, dan mengungkapkannya baik dalam bentuk ide, konsep, definisi, dan putusan, maupun bentuk lambing, mitos, atau karya seni.
- Diskursif : ketika memperhatikan subjek dari benda, kemudian aspek yang lain, atau keseluruhan.
- Induitif : ketika menangkap atau memahami secara langsung benda atau situasi dalam suatu aspeknya, secara keseluruhan dalam suatu bagian, sebab dalam akibat, konsekuensi dan prinsip, dan sebagainya.
- Induktif : ketika menarik kesimpulan dari yang individual.
- Deduktif : ketika menarik kesimpulan dari yang umum atau universal.
- Spekulatif : ketika mempertimbangkan hal-hal dalam ide-ide atau konsep-konsep tentang hal-hal itu.
- Praktis : kalau mempertimbangkan hal-hal menurut bagaimana mereka bisa digunakan
- Sinergis : menggunakan seluruh keadaan dari subjek (yang mengetahui), keseluruhan yang dikoordinasikan dari anggota-anggotanya, organ-organnya, dll. karena tidak baik jika mereduksikan atau menekankan pada salah satu caranya.
Pengetahuan dari Segi Subjek
Karakterisktik :
a. Keterbukaan : sadar akan eksistensi dan kodrat realitas.
b. Kemampuan menyambut : objek mempengaruhi eksistensi subjek.
c. Interioritas : ada tempat dalam si pengenal dalam dirinya.
Akar karakteristik:
a. Dimensi supramaterial ( immaterialitas) si pengenal.
b. Di satu pihak objek adalah yang membatasi, di lain pihak subjek yang mengetahui
batas-batas jasmaniah.
Pengetahuan dari Segi Objek
Untuk menjadi objek yang dikenal :
a. membuat kesan atau mempengaruhi subjek
b. Memiliki struktur
c. Memiliki bentuk yang khas
d. Bentuk (morphe : Yunani, species
: Latin)
e. Menunjukkan orientasi, kegiatan, tujuan, dan arti benda
f. Bentuk dalam arti eidos (konsep, gagasan): mengapa dan untuk apa
Perolehan Pengetahuan
a. Inderawi : didapatkan secara langsung melalui alat indera (mata, hidung, telinga, mulut).
b. Intelektif : didapat melalui khayalan dan ingatan.
Bukan Intelegensi
Pengetahuan inderawi (dihasilkan oleh indera) jika melihat objek tanpa mengenal kodratnya
atau tanpa mencoba untuk mengerti atau memahami. Berbeda dengan sifat dari intelegensi
yang menangkap kodrat objek, disimpan, dan dipertimbangkan meskipun objek masih ada
atau tidak ada.
Sifat dan Objek Intelegensi Manusia
Inteligensi dinilai dari obyektifitas sesorang. Menurut
Descartes, “Roh memungkinkan
mencapai hakikat sendiri dari realitas dan pancarindera memberitahu apa yang
berguna
dan merugikan”. Menurut psikologi kontemporer, “membandingkan inteligensi
orang
dewasa (objek) dan inteligensi anak (subjek/egosentris)”.
Intelegensi Dewasa
Orang
dewasa mendalami realitas mengenai alam semesta, bagaimana kejadiaanya,
pengaruh, keterkaitan berbagai faktor yang
melahirkan peradaban.
Ciri khas : objektif, menddalam , terstruktur, dan tak terbatas
Berbeda dengan inteligensi anak yang bersifat egosentris dan subjektif (penafsiran
tentang dirinya), menangkap realitas melalui hasrat – hasrat pribadi dan ketakutan yang
berlebihan.
Prinsip Penegasan Penilaian Kesimpulan dan Penalaran
1.Prinsip identitas
2.Prinsip alasan yang
mencukupi
3.Prinsip Kausaltitas efisien
Semua itu bersifat eviden dan merupakan dinamime yang
ada dalam kegiatan
intelektual kita.
Kondisi Dimana Intelegensi bisa Diterjemahkan dalam Kegiatan
a)Inteligensi : kemampuan manusia dalam beroperasi serta partisipasi pada
b)Yang dimengerti selalu dipahami
c)Tidak memahami sesuatu secara seketika (progresif)
d)Merupakan aktifitas dinamisme intelektual
e)Perlu bantuan dan kolaborasi & info mengenai objek
Intelligence
Secara etimologis intelligence berasal dari kata intellectus dan kata kerja intellegere.
Intellegere dari kata intus (pikiran atau akal) dan legere ( membaca atau menangkap).
Inteligen adalah menangkap apa yang fundamental dan esensi dari suatu gejala serta
melihat apa yang paling hakiki dalam suatu kegiatan. Inteligensi dalam tingkat yang lebih
tinggi dipahami sebagai proses pemecahan masalah dengan penggunaaan pemikiran
abstrak. Berisi unsur-unsur seperti simbolisasi dan komunikasi pemikiran abstrak, analisis
kritis, dan rekonstruksi untuk praktik dan teoretis.

a)Inteligensi : kemampuan manusia dalam beroperasi serta partisipasi pada
kemampuan lainnya
b)Yang dimengerti selalu dipahami
c)Tidak memahami sesuatu secara seketika (progresif)
d)Merupakan aktifitas dinamisme intelektual
e)Perlu bantuan dan kolaborasi & info mengenai objek
Intelligence
Secara etimologis intelligence berasal dari kata intellectus dan kata kerja intellegere.
Intellegere dari kata intus (pikiran atau akal) dan legere ( membaca atau menangkap).
Inteligen adalah menangkap apa yang fundamental dan esensi dari suatu gejala serta
melihat apa yang paling hakiki dalam suatu kegiatan. Inteligensi dalam tingkat yang lebih
tinggi dipahami sebagai proses pemecahan masalah dengan penggunaaan pemikiran
abstrak. Berisi unsur-unsur seperti simbolisasi dan komunikasi pemikiran abstrak, analisis
kritis, dan rekonstruksi untuk praktik dan teoretis.
1. Apakah
orang yang memiliki IQ dibawah rata
– rata pasti memiliki interioritas yang
sempit? (Niko 705140164)
2.Bagaimana pendapat anda tentang anak – anak yang
sudah berpikir seperti
orang
dewasa ?
(Niko 705140164)
3.Apa itu prinsip kausalitas efisien ?
(Niko 705140164)
4.Bagaimana cara masyarakat tau mengenai inteligensi ? (Florenchia
705140012)
5.Berikan contoh inteligensi dewasa yang
objektif ! (kelompok 9 AB)
6. Apa itu pengetahuan intelektif ? (Amira 705140034)

1. Menurut
kami, IQ tidak dipengaruhi oleh ukuran interioritas yang
dimiliki masing – masing
individu. Karena menurut penelitian IQ itu lebih tergantung pada
genetic, lingkungan, terapi
dan gizi. IQ
pun bisa berubah seiring berjalannya waktu,IQ pun dapat diasah. Jadi menurut
kami, IQ dibawah rata
– rata tidak berhubungan dengan interioritasnyam namun lebih
karena
faktor – faktor yang disebutkan tadi
2. Anak – anak dengan pikiran yang
lebih dewasa daripada pikiran anak – anak lain
seumurnya, lebih karena disebabkan oleh cara pengasuhan
orang tua ataupun
faktor luar
dimana logika si anak sudah lebih terasah memiliki kemampuan kognitif lebih dibandingkan
umumnya.
3. Kausalitas : kenyataan bahwa setiap peristiwa disebabkan oleh asal, penyebab/ prinsip
Efisien : tepat atau sesuai untuk mengerjakan / menghasilkan sesuatu dengan tidak
membuang-buang waktu, tenaga ataupun biaya. Jadi , lengkapnya, apapun yang
mulai
ada, menuntut adanya suatu sebab yang
efisien.
4. Diperlukan adanya sosialisasi antar elemen untuk memperkenalkanapa arti intelegensi,
penggunaan atau aplikasi dan pemanfaatannya yang
benar dan tepat. Sosialisasi ini
penting mengingat bahwa ada segelintir oran yang
memanfaatkan inteligensi sesorang
untuk hal – hal
negative dan membahayakan. Contohnya : terorisme. Oleh karena itu
sosialisasi dalam berbagai bentuk terutama lembaga pendidikan sangat diperlukan di
era
globalisasi ini.
5. Contoh :Waktu penilaian mengenai kasus korupsi. Mungkin seorang anak yang
berumur
5 tahun akan menganggap bahwa
orang yang ditangkap itu pencuri, tapi anak ini belum
tahu apakah benar
orang yang ditangkap ini salah / benar. Sedangkan untuk
orang
dewasa, ada pro
& kontra. Yang menilai secara positif pasti ada praduga tak bersalah dan
masih menunggu
proses hukum yang
berlangsung, karena
orang dewasa lebih mengerti
bahwa
orang yang ditangkap tidak langsung bersalah tapi masih ada
proses panjang
seperti sidang - sidang dan tuntutannya. Pada anak kecil, dia hanya akan tahu bahwa
orang yang
ditangkap berarti bersalah dan ini yang
dimaksud pandangan subjektif,
sedangkan orang dewasa tadi adalah contoh pandangan objektifnya.
6. Pengetahuan intelektif : pengetahuan yang
dicapai oleh manusia
& didapat dari mahluk
hidup di dunia ini lewat khayalan dan ingatan.



.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

